makassar kota cyber city

Makassar (ANTARA News) - Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin meresmikan Telkom Cyber Center (TCC) Makassar di Jalan Dr Ratulangi Makassar, Rabu. Wali Kota Ilham dalam peresmian itu didampingi Executive GM Telkom Kawasan Timur Indonesia Elvizar KH dan GM Telkom Makassar Andi Muflihuddin serta 120 pelanggan Telkom Makassar mulai dari pelanggan Speedy Unlimitted sampai komunitas internet Kota Makassar. TCC merupakan wujud komitmen PT Telkom mendukung program Wali Kota Makassar untuk menjadikan Makassar sebagai kota internet (Cyber City). EGM Telkom Divre VII KTI Elvizar KH mengatakan, pada 2009 Telkom KTI fokus pada bisnis broadband atau internet. Bukti keseriusan PT Telkom pada bisnis ini adalah pada akhir 2008 telah membangun 1.020 titik layanan internet (hot spot) di kawasan ini. "Untuk Kota Makassar, hingga Mei 2009 telah ada sekitar 100 lokasi dan akan terus bertambah sesuai gaya hidup Masyarakat Makassar yang tidak ingin kehilangan koneksi komunikasi", kata Elvizar. "Speedy sebagai produk andalan PT Telkom di dunia broadband terus tumbuh. Di KTI pada akhir 2008 telah mencapai 50 ribu pelanggan atau tumbuh sekitar 300 persen dan pada 2009 diperkirakan akan bertambah pelanggan Speedy 150 ribu," ujar Elvizar. Sementara itu, Andi Mufflihuddin, GM Telkom Makassar menambahkan, untuk menggairahkan kegiatan dunia maya, Telkom Makassar juga melakukan kegiatan seperti Telkom Cyber Olimpiade yang merupakan ajang lomba kecerdasan intelektual melalui dunia maya. Juga, katanya, telah diresmikan Sistem Manajemen Informasi e-Police kerjasama dengan Polda Sulsel dan telah dibangun Cyber School di SMAN 17 sebagai pilot project. Andi mengharapkan Telkom Cyber Center menjadi ikon Kota Makassar sebagai Cyber City , karena fasilitas di TCC telah dilengkapi akses hot spot, ruangan belajar internet (cyber learning), layanan Video Conference. TCC juga menyediakan ruangan Cyber Service untuk masyarakat yang membutuhkan konsultasi lebih detail tentang produk data dan internet Telkom khususnya tentang "Broadband Access" dan juga tersedia Cyber Cafe ?, ujar Andi Muflihuddin.

Rabu, 15 Juli 2009

ambon cyber city

MULAI Juni 2008 ini, di pusat kota Ambon orang dapat mengakses internet tanpa harus menggunakan kabel. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Ambon untuk membenahi kota ini secara perlahan menjadi Cyber City.

Walikota Ambon, Jopie Papilaja, di Ambon, Rabu (30/4) siang, kepada wartawan mengatakan, guna kelancaran program ini, Pemerintah Kota Ambon telah menjalin kerjasama dengan PT. Telkom Cabang Ambon.

Kita sudah kerjasama dengan Telkom agar menaranya di kawasan Kayu Tiga, Desa Soya, Kecamatan Sirimau, Kta Ambon, bisa digunakan untuk memasang alat khusus guna memancarkan sinyal akses internet, katanya.

Dengan pemasangan peralatan yang akan ditangani oleh Kantor Pengolahan Data elektronik (KPDE) Kota Ambon, maka di pusat kota semua orang di kota yang punya komputernya ada wireless--tidak perlu menggunakan kabel--bisa langsung mengakses internet.

Kita nanti akan menjajaki kemungkinan juga dengan PT. Telkomsel sebagai provider terbesar jaringan telekomunikasi seluler untuk seluruh tower-towernya juga dipasangkan peralatan khusus, sehingga program cyber city dapat menjangkau seluruh wilayah kota. Cuma untuk awalnya Juni mendatang hanya di pusat kota saja yang bisa langsung mengakses, katanya.

Meskipun, layanan internet ini tidak gratis, tetapi Papilaja memastikan akan lebih murah, efektif dan efesien bila dibandingkan dengan fasilitas jasa internet pada warung-warung internet yang ada di Ambon saat ini. Para pengguna jasa internet, nantinya dapat membeli pulsa internet yang tersedia pada KPDE Pemerintah Kota Ambon.

Dengan akses internet yang mudah tersebut, dalam tahun ini Pemerintah Kota Ambon juga akan membentuk kantor pelayanan publik yang akan melayani semua proses perijinan dengan sistem E-Governance, sehingga para pemohon ijin tidak perlu lagi berurusan secara langsung dengan dinas-dinas terkait untuk pengurusan ijin.

Cukup datang ke kantor pelayanan publik dan perijinan diproses di situ secara elektronik. Pemohon ijin dapat mengecek langsung berapa lama proses ijin dan kapan bisa diambil melalui internet, jelasnya.

Menurut Papilaja hal ini harus dilakukan guna mewujudkan good governance bagi Pemerintah Kota Ambon, karena hingga saat ini dalam pelayanan publik pada Pemerintah Kota Ambon, masih ditemukan ada aparat pemerintah yang tidak taat aturan, demikian pula masyarakat yang kerap memberikan pelicin bagi suatu proses pelayanan atau perijinan.

Padahal standar baku pelayanan atau perijinan pada Pemkot Ambon sudah ada baik yang terkait dengan persyaratan, mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian maupun biaya yang harus dibayar.

Belajar dari pengalaman itu, maka hal ini harus diterapkan sehingga tidak ada lagi pertemuan fisik antara pemohon ijin dan yang mengeluarkan ijin. Sehingga semuanya akan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, kata Papilaja. (rbb)Radio Baku Bae - Ambon

Ambon selangkah lebih maju dan masyarakat ga gaptek. Maju terus Ambon..Anda dapat baca di www.balagu.com

0 komentar:

 
boCah tePoz.... © 2008 Template by Exotic Mommie Illustration by Dapina